Rabu, 02 September 2009

ASIA BERSAMA

ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...ASIA BERSAMA...MARI JAYAKAN BANGSA

ASIA BERSAMA

TEMAN-TEMAN YANG BUDIMAN....

SEHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA KRISIS EKONOMI GLOBAL. SAYA MEMPERKENALKAN SEBUAH PROGRAM INVESTASI KEUANGAN YANG MUNGKIN TERKESAN HANYA BUALAN SAJA. NAMUN DALAM KESEMPATAN INI SAYA COBA KEMBALI TEKANKAN KEPADA TEMAN-TEMAN SEKALIAN,BAHWA PROGRAM ASIA BERSAMA BUKANLAH PROGRAM YANG NIHIL DALAM ARTIAN BOHONG DAN PENIPUAN.

PROGRAM ASIA BERSAMA ADALAH SEBUAH PROGRAM YANG SAMA DENGAN BERBAGAI PROGRAM INESTASI LAIN YANG MENAWARKAN SEJUMLAH POTENSI YANG MAMPU MENINGKATKAN PENDAPATAN KITA DITENGAH KRISIS EKONOMI GLOBAL INI.

MUNGKIN TERLALU EGOIS JIKA SAYA HANYA MENJELASKAN DAN MEMAPARKAN SESUATU HANYA DARI SUDUT PANDANG SAYA SAJA. UNTUK LEBIH JELASNYA, SILAHKAN TEMAN-TEMAN MENGUNJUNGI SITUS ASIA BERSAMA DENGAN MENGKLIK LINK YANG ADA DI TULISAN SAYA INI.

PESAN DARI SAYA SEBAGAI ORANG YANG (MUNGKIN) SENASIB DENGAN TEMAN-TEMAN DALAM UPAYA MENAMBAH PENGHASILAN, SEBAGAI GENERASI MUDA YANG TIDAK INGIN BERPANGKU TANGAN, SEBAGAI ANAK BANGSA YANG INGIN MENCIPTAKAN KONDISI EKONOMI MASYARAKAT YANG LEBIH MAPAN, ADALAH TIDAK ADA SALAHNYA MENCOBA.

BERITA

Proyek Di Dinkes Tanah Tanah Datar Di Duga Menyalahi Aturan
2009/9/1 20:11:33
Ario Fajri – Lintasdaerah.com
Tanah Datar- Kegiatan Pelelangan (tender-red) pengadaan Alat Kesehatan senilai Rp.1.750.000.000 di lingkungan dinas kesehatan Kabupaten Tanah Datar diduga menyalahi sejumlah aturan. Baru-baru ini salah seorang rekanan yang enggan menyebutkan identitasnya menduga, pihak panitia tender telah melakukan praktek Kolusi, Korupsidan Nepotisme (KKN). Dalam keterangannya, rekanan itu mengatakan pihak panitia telah bertindak diskriminatif terhadap rekanan yang hendak memasukan dokumen penawaran. Selain itu, dalam sistem tender yang menggunakan metode evaluasi dengan sistem merit point, panitia juga telah menerapkan aturan yang tidak adil.


" Dalam dokumen lelang disebutkan, panitia mengatur bahwa untuk brosur asli yang dilegalisir akan mendapatkan point 100.sedangkan untuk brosur yang hanya merupakan fotokopian namun dilegalisir hanya mendapatkan point 70. Ternyata dalam prakteknya panitia justru memberikan point yang sama kepada para rekanan tanpa meskipun dalam penawarannya hanya menyertai brosur fotokopi," sebutnya.

Terkait hal ini, panitia teder yang di ketuai oleh Vivi Sundari dan beraggotakan Yusrita, Suwanto Hartowi dan Yusril, kepada lintasdaerah, Selasa (1/9) menyatakan telah bekerja secara optimal dengan mematuhi segala aturan yang berlaku. Oleh karena itu, jika ada salah satu rekanan yang merasa dirugikan dalam proses tender tersebut, maka pihaknya bersedia menerima sanggahan dari rekanan yang dimaksud.

" Kita kan tahu aturan yang berlaku dalam proses tender ini. Jadi jika merasa keberatan, silahkan disanggah seperti yang diamanatkan dalam keppres nomor 80 tahun 2003," tutur vivi.

Masih menurut Vivi, kegiatan pengadaan alat kesehatan yang di gelar pada 10 Juli lalu itu akhirnya dimenangkan oleh PT. Fajar Timur LEstari dengan nilai penawaran Rp. 1.715.879.000. Dalam kegiatan yang hanya diikuti oleh empat rekanan itu, yakni CV. Sumindo Citra Sayosi, CV. Rivalta, PT. Sarana Memindo Pancawara, PT Fajar Timur Lestari berhasil keluar sebagai pemenang dengan nilai penawaran terendah dari semua rekanan yang lulus pada tahap evaluasi administrasi dan tekhnis.(rio)
Layanan RSUD Padang Panjang Tetap Optimal
2009/8/29 22:24:51
Ario Fajri-Lintasdaerah.com

Padang Panjang- Meskipun Bulan ramadhan pelayanan bagi pasien yang berobat di RSUD Kota Padang Panjang akan tetap optimal memberikan layanannya. Hal ini juga akan tetap dipertahankan, meskipun umumnya para tenaga medis di lingkungan RSUD tengah menjalankan ibadah puasa. Demikian disampaikan Direkturnya, Drs. Nuryanuar, APT, MM.M.Kes melalui salah seorang dokter di RUSD tersebut, Dr. Sonya Themiarto.Kepada lintasdaerah, Kamis (27/8).


Sonya menjabarkan, sebagai salah satu Rumah Sakit yang di persiapkan untuk menjadi pusatpengobatan terlengkap, RSUD Padangpanjang memang telah melakukan berbagai pembenahan khusunya disektor tenaga medis yang akan menjadi ujung tombak pelayanan." Kepada para tenaga medis maupun tenaga non medis yang bekerja di RSUD ini, kami selalu mengupayakan untuk memberikanpelayanan utama bagi setiap pasien yang melakukan kunjungan. Oleh karena itu, kepada petugas pun, pimpinan selalu berpesanagar tetap menjalankan aktifitas sebagaimana mestinya setiap saat," sebut Sonya.

Sonya yang juga didampingi salah seorang rekannya,Sri Hartati menambahkan, sebagai wujud upaya RSUD memberikan pelayanan kepada para pasien, pembangunan beberapa bangsal dan gedung perawatan pasien tetap terus di segerakan. Bahkan, segala kebutuhan bagi kelancaran proses pengobatan dan perawatanpun selalu di kembangkan.

" kami pihak RSUD terus berupaya berikan layanan terbaik kepada pasien. Dimulai dari peningkatan kualitas para medis,peningkatan perlengkapan peralatan medis yang didukung tekhnologi serta penataan ruang pasien yang kondusif akan selalu menjadi prioritas perhatian kami demi menciptakan pelayanan terbaik bagi pasien," katanya memaparkan
Dipimpin Wirmas Darwis, Peraturan Wartawan Ketat
2009/9/2 16:30:56

Ario Fajri – Lintasdaerah.com

Tanah Datar - Sejak dipimpin oleh Wirmas Darwis, peraturan terkait manajerial kewartawanan dan staf humas menjadi lebih ketat. Meskipun sejumlah wartawan mengeluhkan fenomena demikian, namun Kepala Bidang Humas Dinas Perhubungan Komputer dan Informasi Kabupaten Tanah Datar itu menjawab bahwa hal itu dilakukan dengan alasan untuk meningkatkan kualitas dan mejaga hubungan kemitraan antara wartawan dan Pemerintah Daerah.


Diwawancarai Rabu (2/9), kepada lintasdaerah.com Wirmas mengungkapkan, untuk menjaga stabilitas hubungan antara Pemerintah Kabupaten ( Pemkab ) Tanah Datar dengan seluruh wartawan yang bertugas di daerah itu, pihaknya telah "menelurkan" sejumlah trik yang diyakini dapat meningkatkan upaya menginformasikan dinamika kehidupan Pemkab. Sebagai Contoh, sebut Wirmas, untuk memberikan informasi kepada para wartawan, pihaknya telah menginstruksikan kepada salah seorang stafnya untuk menyampaikan semua kegiatan dan aktivitas Pemkab pada papan informasi yang ada di depan pintu kantor bidang humas.

" Kita akan lakukan upaya sebaik mungkin untuk memberikan informasi terkait aktifitas yang dilakukan Pemkab. Oleh karena itu, kami tidak akan segan-segan untuk melibatkan teman-teman wartawan untuk membantu mempublikasikan kegiatan-kegiatan tersebut. Sebagai sarananya, kami akan menyampaikan info kegiatan dengan menempelkannya pada papan informasi," sebutnya.

Wirmas yang juga didampingi salah seorang stafnya, Era mengatakan, selain merangkul wartawan dalam rangka mempublikasikan kegiatan Pemkab. Masyarakat Tanah Datar juga dapat mengakses beragam informasi terkait aktifitas Kabupaten Tanah Datar melalui tekhnologi Internet. Katanya, dengan mengunjungi situs Kabupaten Tanah Datar di www.tanahdatar.go.id, masyarakat akan mendapatkan semua informasi mengenai Kabupaten Tanah Datar.

" Pada Web Site yang di kelola oleh salah seorang staf dari bagian Informasi & Teknologi (IT) ini, menyajikan segala aspek yang berkaitan dengan fenomena yang terjadi di Kabupaten. Mulai dari Struktur organisasi Pemerintah hingga ketingkat Nagari, informasi mengenai jenis pelayanan yang tersedia di kabupaten, segala produk peraturan yang di hasilkan oleh Pemkab hingga informasi mengenai dunia pariwisata dan banyak lagi lainya," papar Wirmas.

Sebelumnya, sejumlah wartawan mengaku mengeluh dengan pelayanan yang di berikan pihak Humas. Dalam hal ini para wartawan mengeluhkan sikap beberapa staf bidang humas yang dinilai tidak transparan dalam memberikan informasi terkait aktivitas Pemkab. Hal ini, sebut sejumlah wartawan yang bertugas didaerah itu membuat hubungan Pemkab dan Wartawan seolah tidak harmonis.